Mana
suaranya ExOoo? Yeyelalala… yeyeyelalala… hahaha… sabar yah, soalnya admin baru
di blog ini, lagipula emang begitu kok yelyel kami. Maklum aja yah ExO itu yang
notabene bukan boyband bawahannya si Sooman, emang terkenal menjadi
kelas paliiiiiiing alay se-seantero jagad raya *alay kumat. Oke, nanti aku
bakalan nge-post kenapa kelas kami dijuluki kelas paling alay. Nanti yaaah,
sabar…
Lanjut
ke topic utama. Sebenarnya udah pengen bahas ini kemarin, tapi pulsa modem baru
di evakuasi sekarang dan mbak Icha alay kosong-tiga juga baru meresmikan
pembentukan admin baru, habis motong pita gitu loh J
Kemarin
sudah tanggal 15, itu artinya kembali ke sekolah lagi dan masa hibernasi mau
tidak mau harus terhenti sejenak selama dua minggu, sertaaa… kami musti sekolah
saat bulan Ramadhan, otomatis kami puasa dong, tapi puasa itu nggak sampai
merubah kami menjadi anak yang kalem, malah alay-nya justru tambah parah
soalnya baru pertama bertemu setelah hampir 14 abad, eh maksudnya dua minggu
nggak ber-alay ria.
Waktu
pertama kali masuk di area SMA 1 itu… wiuuuhh… banyak banget muka-muka baru
milik adik kelas baru yang make baju baru dengan lambang SMANSA baru sedang
berkumpul dengan teman baru sambil ceritain hal-hal baru selama liburan yang
baru-baru saja selesai dan akhirnya menemukan odo’-odo’ baru. Itu untuk adik
kelas baru yang mulai menemukan hal baru di sekolah baru yah, tapi kalo alien
ExO itu justru sebaliknya.
Pas
jalan menuju koridor sebagai anak kelas XII, udah ada yang teriak dari beberapa
alay-nya ExO. Katanya kangen banget. Hahaha…Mereka masih sama kayak dulu kok.
Muka-muka lama milik teman kelas lama yang make baju lama dengan lambang SMANSA
lama sedang berkumpul di koridor lama depan kelas lama dengan teman lama dan
odo’-odo’ lama sambil ceritain hal-hal lama selama liburan yang serasa lamaaa
banget.
Nggak
terlalu banyak yang berubah kok dari mereka, termasuk sifat alay yang nggak
pernah berubah, malah tambah parah. Icha kayak siswi baru, make baju baru dan
jilbab baru dengan tampang-tampang baru sambil bawa novel baru, mentang-mentang
adiknya siswa baru. Beda lagi dengan Emmi alay kosong-dua dan Chaerun yang pake
sepatu baru dan berusaha menghindar supaya nggak diinjak garis miring
diresmikan, tapi tetap aja sepatu mereka kotor soalnya dari pagi hingga siang
hujan mulu sih. Kalau soal teman-teman lain yang sifat ‘ke-baru-baruannya’
nggak nampak, masih sama seperti yang dulu. Tenang aja, nggak ada yang oplas
kok, paling yang berubah karena udah nggak ada lagi aroma cemilan dari kantin
bu Lawini atau bu Amil. Puasa men!
Suasana
kelas juga nggak ada yang berubah-ubah amat kok. Papan tulis masih di
tempatnya, nggak hancur kena meteor. Waktu lagi bosan, seperti biasa semuanya
pada bentuk kelompok-kelompok tersendiri. Ada yang bercerita ria tentang masa
depan (Ima’, Imma, Evi, Ayu, Neng, Widya), ada yang nonton (Fitri, Amel,
Nurhasida, Tiwi), ada yang tidur (Chaerun), ada empat orang yang kembali asyik
sendiri (Dini, Suci, Ndaru, Tuti), ada yang baca novel (Emmi dan aku), ada yang
mondar-mandir nggak jelas (Andi dan Inda), ada yang main game (Agung dan Budi),
ada yang merhatiin teman-teman nggak jelas (Icha), dan ada yang ke sekolah tapi
hilang dari kehidupan kelas (Uleng, Ke’nang, Said, Faisal, Amriani, Anita,
Fatma, Alam), selebihnya itu nggak hadir (Sakina, Benarti, Hadi, Ibnu, Santi).
Kemarin
juga nggak ada bangku ama meja di dalam kelas soalnya mejanya nyangkut di XII
IPS 2, jadi kami turutin rencana licik Icha untuk menunggu penghuni XII IPS 2
pulang semua saat jam satu. Setelah dipastikan aman, misi pun di jalankan
dengan Icha sebagai pemimpin komplotannya. Hahaha… *ketawa ala evil Kyu*
Oh
ya, pengumuman wali kelasnya udah di adain loh. Jadi sekarang bukan ustadz lagi
yang jadi bunda kita, tapi… ibu hj. St. Hasnah. Yeeeeeyyy *tepuk tangan.
Udah
ah, kepanjangan banget ini. Maklum lah, admin baru. Cieee… hahaha… tunggu
postingan selanjutnya yah… daaaaaahhh… J
Ommale Mba Admin begini banget sih haha
BalasHapus