Postingan kali ini tentang kebiasaan
anak-anak ExO alias Exact One yang akhir-akhir ini merasuki pikiran dan hati
mereka. Ini semua gara-gara Budi yang nyiptain permainan-permainan aneh, namun
seru dan membingungkan. Hmm… sebenarnya sih permainan-permainan ala ExO sudah
sering dilakuin sejak kelas XI lalu. Oke, kalo begitu kita bahas satu-satu
permainan ExO dari jaman ke jaman…
1. Bola Bekel.
Nggak tau siapa yang mulai permainan
ini di kelas. Seingatku sih, permainan ini dimulai gara-gara anak XI IPA 2 bawa
bola bekel ke sekolah, trus anak cowok IPA 1 pinjam tuh bola buat dijadiin bola
kaki. Akhirnya anak cewek juga ikutan pinjam deh buat main bola bekel. Ituloh…
permainan yang pake enam biji batu, trus bola dilempar ke atas. Pas bolanya naik,
buru-buru salah satu batu di ambil.
Awalnya yang sering main itu Evi, Neng,
Imma, dan Tuti, namun lama-lama hampir semua anak-anak cewek ikutan main deh.
Bahkan, mereka main sampai sudah ke level tertinggi. Wkwkwk… dan sangking
gilanya yah, kalo libur itu mereka bakalan terus-terus latihan di rumah supaya
kalau kembali lagi ke sekolah, mereka yang bakalan menjadi terbaik dalam main
bekel.
2.
Don’t Angry
Permainan ini ngetrend di kelas XII.
Berawal dari hasil penemuan game di laptopnya Inda. Game ini adalah saudara
dari permainan ular tangga. Itu loh… yang biasanya mejeng di belakang permainan
ular tangga atau monopoli, tapi kali ini dalam versi PC
Don’t Angry ini dimainkan oleh empat
orang dan masing-masing harus mendapat mata dadu enam untuk bisa masuk dalam
permainan. Trus, kalo kita nginjek tanda tanya, kita dapet bonus dan bonus yang
paling seru adalah menembak roket ke lawan kita. Hahaha… atau kalo rebutan
tempat, jadinya lawan mendadak di tendang keluar permainan deh. Paling yang
kena begituan di kasih bedak. Hahaha…
3. Joker
Lanjut ke permainan yang paling illegal
di sekolah, permainan kartu! Hahaha… dimulai dari Agung, sang ‘ketua kelas
terpaksa ganteng’ yang bawa kartu joker-nya ke sekolah. Lama-lama anak-anak
yang lain mulai kecanduan mainnya sampai-sampai jika mereka izin keluar
sekolah, pasti singgah dulu beli joker.
Eitss… tapi nggak hanya di IPA 1 aja
loh yang main kayak gini. Tuh, kelas pintarnya SMANSA ikutan main, malah yang
paling lama. Pokoknya hampir semua kelas tiga deh yang main kayak gini, entah
bagaimana dengan kelas satu dan dua.
Biasanya sih mereka membentuk
kelompok-kelompok di bagian belakang kelas, tersembunyi di antara bangku dan
meja, jadi nggak ketahuan kalau ada guru masuk dan pasti ada yang jaga di luar.
Serunya itu, kalo permainannya diikuti dengan resiko, misalnya nih yang kalah
tuh harus jongkok sampai dia menang atau di kasih bedak. Hahaha…
Nah, entah sudah berapa lama permainan
ini dilakukan sampai-sampai banyak anggota ExO yang dulunya nggak tau main
joker, mendadak kecanduan. Hahaha… nggak mau sebut merek ah.
Namun, perlahan-lahan dosa kita mulai
tercium oleh para guru-guru. Di mulai dari anak IPS yang kedapatan main, lalu
lanjut ke anak IPA 2, sampai akhirnya ke IPA 1 yang bukan lagi pengikutnya di
dapat, tetapi bandarnya langsung. Hahaha…
Jadi yah, setelah di ceramahin
habis-habisan oleh Mama Wali Kelas, akhirnya kita semua ngadain rapat dengan
hasil sebagai berikut :
a.
Melarang
seluruh siswa XII IPA 1 untuk bermain joker dan yang melanggar, akan langsung
berurusan dengan Mama Wali Kelas.
b.
Melarang
seluruh siswa XII IPA 1 untuk membuang sampah sembarangan dan tiap-tiap
kelompok harus mengurus kebersihan kelompoknya masing-masing. (Ini seriusan
yah?)
c.
Melarang
seluruh siswa XII IPA 1 untuk hidup. (eh?)
Hahaha… yang terakhir itu cuman
bercanda. Nah, hasil rapat di atas merupakan tanda dari musnahnya peradaban
Joker di kelas. Hahaha…
4. Permainan 3, 6, 9
“Tiga,
enam, Sembilan, tepuk tangan! Prok prok prok!”
Itu adalah yel-yel untuk permainan yang
diusung oleh Budi. Permainan ini bukan illegal kok, legal banget malah karena
lebih menjurus pada permainan anak-anak.
Jadi di permainan ini, para pemain
membentuk lingkaran. Setelahnya, mereka menghitung dari satu dan seterusnya,
namun jika berada di angka tiga, pemain nggak boleh nyebut ‘tiga’, tapi harus
tepuk tangan. Begitu pula jika mendapat angka 6, 9, 13, 16, 19, dan seterusnya.
Jika kelamaan mikir atau salah sebut,
paling yaaah… dapat bedak lagi. Hahaha… permainannya seru deh, uji otak banget.
5. Sambung Kata
“Sambung
menyambung menjadi satu, itulah sambung kata”
Masih saudaraan sama permainan 3, 6, 9
karena sifatnya yang menguji otak. Gimana ngejelasinnya yah permainan ini?
Oke, mula-mula pemain membentuk
lingkaran. Trus, orang pertama nyebut satu kata, lalu di sambung ke orang
kedua, tapi orang kedua harus nyebut dulu kata yang disebut oleh orang pertama
tadi.
Misalnya nih. Budi nyebut kata ‘Saya’,
lalu dilanjut ke Widya yang nyebut ‘Saya makan’, lanjut ke Hadi, ‘Saya makan
nasi’, dan seterusnya.
Resikonya tuh kalo nggak bisa ngelanjutin
atau kata-katanya terbalik, paling dapat bedak lagi. Hahaha… bagusnya tuh muka
nggak hitam lagi. Wkwkwk…
6. Jujur atau Berani
Ini permainan yang resikonya paling
besar, membuat korbannya pengen banget bunuh diri karena menanggung malu.
Dimulai dari sikap aneh Faisal yang suka mutar-mutarin botol di lantai,
akhirnya lama-lama mulai ikutan Kina, Ima’, Ayu, Agung, Bj, Neng, Imma, dan
Evi.
Nah, pemainnya tuh harus duduk
membentuk lingkaran, trus botol di putar. Kalo botolnya berhenti, maka orang
yang ditunjuk oleh botol, harus mengakui kejujurannya. Kalo nggak mau, ya harus
berani ambil resiko yang mengenaskan, apalagi kalo main ama Agung. Beeehhh…
Terbukti dari status-status para
korbannya di Facebook. Mereka tuh harus berani nulis status yang ngungkapin
nama orang yang mereka suka. Contohnya “Saya sayangko D.O Kyungsoo kelas XII
IPA 7”. Ada juga status yang kayak gini “Saya sayangko Agung Pratama” karena
ini atas permintaan Agung sih.
Gara-gara status sayang-sayang itu,
sampai-sampai salah seorang pemainnya diputusin ama pacarnya. Buseeett… ckckck…
Selain harus nulis status, ada juga
perintah ke kelas orang yang disukai, cariin orang itu, lalu bilang ‘selamat
pagi’ padanya. Hahaha… malu-maluin woy, muka mau ditaruh dimana? Hahaha
Itulah keseruan dari tiap-tiap
permainan ala anak IPA 1, permainan yang nggak akan mungkin didapat ketika
kuliah nanti :’(
Memang sih, tiap permainan itu banyak
resiko yang harus diterima, tapi di situlah letak keseruannya.
Kata orang, permainan anak-anak.
Memang! Tapi kapan lagi kita bisa duduk melingkar bersama sambil tertawa bebas
seakan tak ada sedikitpun beban PR atau tugas? Rasanya kita kembali lagi
menjadi anak kecil, seakan masa dewasa dan serius itu masih jauh, seakan kita
selamanya ingin menjadi anak kecil yang bebas tanpa tahu bahwa sebentar lagi
kita tak akan bisa seperti ini.
Love you IPA 1… <3 :’)
Author : I’M IkIra
Komentar
Posting Komentar